Profil Bek Persib: Jajang Sukmara

Direktur teknik kala itu di jabat oleh Rahmad Dharmawan. Potensinyasudah tercium pelatih bertangan dingin ini.Tahun 2008, Jajang masuk tim U-21 Persib bahkan sempat menjabat Kapten. Selama di tim U-21 ini Jajang sempat mencicipi main bersamatim senior bahkan mencetak gol ketika di laga tur pra musim ketika menghadapi Perkesit Cianjur 2010 silam. Kala itu, dengan status pemain magang, Jajang masuk di pertengahan babak kedua menggantikan Gilang Angga Kusuma dan berhasil melesakkan gol pertamanya bersama Persib walau hanya di level persahabatan.
Rahmad Darmawan yang sudah melihat potensi pada diri pemain bernomor punggung 18 ini, sempat memasukkan nama Jajang di pelatnas SEA GAMES 2011 lalu meskiakhirnya mencoret Jajang dari daftar resmi pemain SEA GAMES. Sebelum menjadi sosok yang seperti sekarang, perjalanan karir Jajang Sukmara penuh dengan kerja keras dan dilalui dengan cukup pahit. Beruntung baginya ia dibantu tiga pemain Timnas Indonesia. Tiga pemain yang akan selalu dikenangnya.
Tiga pemain tersebut adalah Cristian Gonzales, Patrick Wanggai dan Hendro Kartiko. Di matanya,Gonzales memiliki peran dalam masa-masa awal karir sepakbolanya. Saat itu, kondisi ekonomi keluarga Jajang yang pas-pasan membuatnya tak cukup mampu untuk gonta-ganti sepatu bola. Ia mempertahankan sepatu lamanya yang ia kenakan sejak berlatih bersama Saint Prima. Sepatu itu pula yang menemaninya masuk dan magang di Persib. Dan, sepatu itu pula yang membuat Gonzales akhirnya berada dalam daftar orang-orang yang berjasa dalam karir Jajang.

Saat itu sepatu dengan merek ternama itu didapatkannya karena Gonzales kesal melihat Jajang yang pagi dan sore pakai sepatu yang sama. Apalagi kondisi sepatu tersebut terhitung tidak lagi layak dipakai.
Sepatu pemberian Gonzales itu pun diterimanya dengan gembira. Latihan keras yang dilalui Jajang bukan hanya membuatnya masuk skuat utama Maung Bandung. Performa pemain yang berposisi sebagai full back ini juga beberapa kali terpantau panggilan Timnas. Di sana ia bertemu dengan Hendro Kartiko dan Patrick Wanggai yang akhirnya juga tak tega melihat Jasuk hanya mengenakan satu sepatu.
Ketika itu, ia tak gonta-ganti sepatu karena gaji yang didapatkannya lebih sering ia berikan ke orang tuanya. Ia mengesampingkan membeli perlengkapan sepakbola. Saat ini Jasuk terhitung sebagai pemain terlama di Persib setelah Hariono dan Atep. Namun begitu, ia tak melupakan tiga pemain dan sepatu hibahannya tersebut.***

onlinegambling-free.com lotus4d Sumber: Pikiran Rakyat