TRENDING SOSMED Timnas Dibantai Filipina, Netizen Serukan #BekukanPSSI

Solopos.com, SOLO – Kekalahan Indonesia atas Filipina di babak kualifikasi grup Piala AFF 2014 menuai reaksi keras dari dunia maya. Netizen meminta PSSI bertanggung jawab atas kekalahan telah Indonesia. Sejak ditiup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan Indonesia dan Filipina, Selasa (25/11/2014) sore, netizen sudah geram dengan performa Timnas. Kekalahan telak 4-0 dari Filipina menjadikan Alfred Riedl dan PSSI sebagai kambing hitam. Keduanya dianggap paling bertanggung jawab. Netizen bahkan menyerukan #BekukanPSSI melalui jejaring sosial Twitter. Di linimasa berlogo burung itu, hashtag #BekukanPSSI jadi trending topic satu hari penuh. Bahkan hingga Rabu (26/11/2014) pukul 10.30 WIB, tanda pagar ini menduduki posisi puncak. Netizen menganggap minimnya persiapan jadi persoalan utama Timnas. Hal ini semakin disesalkan lantaran problem persiapan selalu jadi masalah klasik yang masih terus berulang. Selain itu ada pula yang menyebut PSSI tidak mampu menghadirkan liga yang berkualitas. Hal ini membuat tidak munculnya pemain-pemain berkelas dalam sistem liga saat ini. “PSSI hrus bisa mnciptakan sepakbola dan kompetisi yg sehat sehingga akan muncul timnas yg tangguh, bru kemudian target juara #BekukanPSSI,” @ZilkiPradita. “harus direformasi total, diisi oleh orang2 muda yang kompeten bukan orang parpol #bekukanPSSI,” @indra_farian. “ Nyalakan Flare yang banyak saat pertandingan Timnas, biar hastag #BekukanPSSI jadi nyata langsung dibanned fifa 😀 #RevolusiPSSI ,” @Tifosi1923. Buzzer Tweet, @kurawa menyerukan agar PSSI bebas dari intervensi politik. Pemilik nama Rudi Valinka ini meminta Menteri Pemuda dan Olahraga, Imam Nahrawi, untuk menjauhkan PSSI dari segala macam intervensi. “Saya butuh bantuan 1000 rituit utk memaksa menpora @imam_nahrawi punya Nyali bergerak melawan dan intervensi PSSI #BekukanPSSI,” @kurawa. “Liga tarkam sma kualitasnya dgn ISL ,semua ulah kroni2 Bakrie ?? PSSI #BekukanPSSI,” @muhyadi007. lowongan kerja lowongan kerja Perusahaan distributor Simas & Bimoli, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Sumber: Solopos