Anak Korban Kekerasan di Jepang Diperlakukan Tak Manusiawi

Rimanews – Puluhan ribu anak yang menjadi korban kekerasan fisik atau seksual di Jepang terancam tak mandiri. Pola penanganan korban yang diserahkan kepada lembaga negara. Angka kekerasan fisik atau seksual terhadap anak di Jepang terus mengalami peningkatan. Tahun lalu angka tersebut mencapai 77.000 kasus. Baca Juga Wanita Muslim akan jadi perdana menteri Rumania Pria Malaysia sembunyikan 900 gram heroin di celana dalam Kepsek di China diskors setelah 400 siswanya ujian di tengah kabut polusi Sayangnya, angka kekerasan yang tinggi tersebut tak dibarengi dengan penanganan yang layak dan manusiawi. Hampir 90 persen dari anak-anak yang menjadi korban ditempatkan pada lembaga-lembaga negara dengan fasilitas yang minim, berdesak-desakan dan kerap kembali menjadi korban kekerasan fisik atau seksual dari pengasuh dilembaga tersebut atau dari anak-anak yang lain. Di negara maju lainnya, anak-anak bermasalah biasanya dikirimkan ke keluarga asuh yang akan melindungi dan menempatkan anak-anak tersebut sebagai bagian dari keluarga. Namun terapi seperti itu tak berlaku dinegara kaya dengan perkembangan ekonomi yang progresif ini. Lembaga pemantau hak asasi, Human Rights Watch melaporkan, saat ini 33.000 anak menempati lembaga-lembaga tak manusiawi tersebut. Bahkan ada bayi berusia enam bulan yang menjadi salah satu penghuni. “Sangat menyedihkan melihat anak-anak berdesakan dalam tempat tersebut dan kehilangan kesempatan untuk hidup dalam lingkungan keluarga yang peduli,” kata Kanae Doi, Direktur Human Rights Watch Jepang. Mereka mengkhawatirkan anak-anak tersebut akan rentan karena lembaga tersebut tak mempersiapkan anak-anak untuk hidup mandiri. Mereka menyerukan pemerintah Jepang untuk merombak sistem perawatan alternatif yang menjamin hak anak atas kesehatan fisik dan mental anak-anak. Pakar perlindungan anak di Jepang Tetsua Kazaki, mengecam keras pemerintah atas temuan lembaga hak asasi tersebut. “Saya rasa pemerintah sangat tak paham dengan hak-hak anak. Angka anak-anak yang mendapat terapi penuh kasih sayang sangat rendah. Sepertinya pemerintah tak peduli apa yang terjadi pada anak-anak. Dan tak ada yang bisa bicara mewakili mereka,” katanya. Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : kekerasan pada anak , terapi anak di Jepang , Human Rights Watch , asia , Internasional

Sumber: RimaNews