Ini Asumsi Makro RAPBN 2016 yang Direstui DPR

Rimanews – Pemerintah dan Komisi XI DPR RI akhirnya menyepakati sejumlah asumsi makro RAPBN 2016. Sejumlah asumsi harus direvisi DPR yakni pertumbuhan ekonomi dan nilai tukar rupiah, sementara sisanya sesuai dengan usulan pemerintah. Komisi XI DPR RI memberikan persetujuan atas revisi asumsi makro pertumbuhan ekonomi tahun 2016 yang diusulkan pemerintah menjadi 5,5 – 6,0 persen dengan beberapa fraksi memberikan catatan. Dalam rancangan semula, pemerintah mengusulkan asumsi pertumbuhan ekonomi 5,8 – 62 persen. Baca Juga Presiden Targetkan Investasi Rp 670 Triliun di 2017 DKI Akan Buat Underpass Mampang Kuningan Raksasa Internet Jepang Investasi Rp 664 Triliun di Amerika “Ekonomi berubah sangat cepat, dari sebelumnya karena pengaruh isu tingkat suku bunga di AS, sekarang bergeser pada isu Yunani sebagai isu global. Kalau berantakan ini bisa memengaruhi kondisi ekonomi global,” ujar Menkeu Bambang Brodjonegoro dalam rapat yang berlangsung di DPR, Jakarta, Senin (22/6/2015). Selain itu, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ikut mengalami perubahan dari sebelumnya pada kisaran Rp12.800,00 – Rp13.200,00 per dolar AS menjadi Rp13.000,00 – Rp13.400,00 per dolar AS sesuai dengan usulan dari Bank Indonesia. Asumsi makro lainnya tidak mengalami perubahan, seperti tingkat inflasi yang masih ditetapkan sebesar 4 persen plus minus 1 persen dan suku bunga SPN tiga bulan pada kisaran 4–6 persen. Sebelumnya, pemerintah dan Komisi VII DPR RI telah menyetujui sejumlah asumsi yang terkait dengan sektor energi. Untuk lifting minyak disepakati sebesar 800 ribu – 830 ribu barel per hari, dan lifting gas sebesar 1,1 hingga 1,2 juta barel per hari setara minyak (barrel of oil equivalent per day/BOEPD). Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : rapbn 2016 , Keuangan , Ekonomi

Sumber: RimaNews