Nelayan Keluhkan Minimnya Pasokan Solar

RIMANEWS-Ratusan nelayan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengeluhkan pola pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium untuk Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), karena tidak cukup memenuhi kebutuhan operasional mereka. “Akibat pasokan BBM ini, aktivitas tangkapan kami sangat terganggu dan hal ini akan memengaruhi pendapatan rumah tangga. Sejak 6 Mei lalu, kami tidak lagi dapat solar dari SPBN,” kata seorang nelayan Jhon Mamo, di Kupang, Rabu (28/5). Dia mengatakan, ketiadaan solar yang biasa diperoleh dari SPBN itu, telah membuat sejumlah kapal nelayan harus berhenti beroperasi. “Bagaimana kami mau melakukan aktivitas penangkapan jika tak memiliki solar. Kita ke SPBN, katanya solar habis,” kata nelayan yang biasa melakukan bongkar muat ikan hasil tangkapan di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Oeba, Kota Kupang itu. Dia mengaku, sejak 6 Mei lalu tidak lagi terlayani solar, sebagai salah satu bahan bakar untuk sejumlah kapal tangkapannya, karena stok di SPBN habis. “Kami minta pemerintah untuk segera mengatasi kondisi para nelayan ini,” katanya. Jhon menilai, ada pengabaian pemerintah terhadap nasib para nelayan terutama untuk pemenuhan kebutuhan BBM sebagai bagian penting melancarkan aktivitas penangkapannya. Meskipun, lanjut dia, kebijakan pemerintah melakukan subsidi BBM, hanya untuk kepentingan masyarakat kecil, para nelayan, dan para petani kecil. “Tapi kok di SPBN kami stok BBM kosong?” katanya dalam nada tanya. Dia mengatakan, pemerintah harus segera melakukan perubahan dan penambahan pasokan BBM di setiap SPBN yang ada, karena dimungkinkan terjadi penambahan jumlah armada tangkapan. “Saya kira harus ada perubahan jumlah pasokan dan stok BBM untuk SPBN yang ada, karena ada penambahan armada tangkap nelayan,” katanya. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kupang Djamal Mila Meha terpisah mengatakan, pihaknya segera berkoordinasi dengan Pertamina untuk melakukan sejumlah perubahan, termasuk penambahan kuota penyaluran BBM ke setiap SPBN. Hal ini agar bisa memenuhi kebutuhan nelayan, jika memang telah terjadi penambahan armada tangkap. Dia mengatakan, selama ini, untuk tiga SPBN yang ada, telah dihitung kapasitas kebutuhan dan alokasi kuota BBM-nya, sehingga diperkirakan sanggup memenuhi kebutuhan para nelayan. Namun demikian, jika sudah terjadi penambahan armada tangkap, maka secara faktual juga penting dilakukan penambahan kuota BBM-nya. Djamal menyebutkan, di Kota Kupang, terdapat tiga SPBN dengan alokasi kuota BBM yaitu masing-masing, untuk SPBN Namosain kuota yang diberikan 740 kiloliter, SPBN Mina Raja Ikan Oeba 740 kiloliter dan SPBN Anawara Oesapa berjumlah 110 kiloliter. “Kami segera mendata ulang nelayan agar alur kuota yang disiapkan di setiap SPBN bisa disesuaikan dengan jumlah kebutuhan mereka,” katanya.[ach/rm] Baca Juga Tahun Depan Peluang Harga BBM Naik 50:50 Satu Nelayan Tertabrak Tongkang Ditemukan Selamat Tabrakan Kapal di Lamongan, 3 Nelayan Tewas di Ruang Mesin Sponsored Telah Launching Rimanews Android Apps KATA KUNCI : nelayan , Solar , Sektor Riil , nelayan , Solar , Sektor Riil , nelayan , Solar , Sektor Riil

Sumber: RimaNews